Menu
Mandala Majapahit

Mandala Majapahit merupakan sebuah sudut Majapahit  yang diharapkan menjadi pusat data dan informasi tinggalan Majapahit. 

(Hashim Djojohadikusumo)

 

Awal pencetusan gagasan Mandala Majapahit disampaikan oleh Catrini Pratihari Kubontubuh, Direktur Eksekutif YAD saat membuka pertemuan pemaparan hasil PATI II di FIB UI tahun 2013. Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan akan data-data Majapahit terutama hasil penelitian di Trowulan termasuk PATI agar dapat diakses secara luas bagi masyarakat lokal, tidak hanya bagi kalangan akademisi. Rintisan awal untuk mendirikan Mandala Majapahit (selanjutnya populer dengan sebutan ManMa) disepakati di Trowulan tahun 2014, dan akhirnya disambut dengan antusias oleh perguruan tinggi peserta PATI untuk mengadakan pula di masing-masing kampusnya. ManMa UGM diresmikan pada tahun 2015, disusul oleh ManMa Unhas tahun 2018. Saat ini YAD masih mempersiapkan pembangunan ManMa Udayana dan ManMa UI.

Pasca diresmikannya, ManMa diharapkan menjadi wadah bagi keberagaman data hasil penelitian dan informasi tentang tinggalan budaya peradaban Majapahit serta menjadi wadah bagi beragam peneliti, pemerhati, pencinta, dan praktisi pelestarian dalam mengembangkan beragam kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya guna memuliakan budaya Majapahit untuk pemahaman yang lebih baik.