Menu
Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) I

Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) terselenggara pertama kali pada tahun 2008. Kegiatan ini terlaksana atas inisiasi FIB UI yang didukung oleh Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo/YKHD (saat ini Yayasan ARSARI Djojohadikusumo/YAD). PATI mewadahi kolaborasi antara perguruan tinggi diantaranya, UI, UGM, UNHAS, dan UNUD. PATI bertujuan melengkapi berbagai temuan dan pemetaan hipotesis mengenai Majapahit.

Hingga saat ini kegiatan PATI I tercatat sebagai penelitian arkeologis terbesar yang melibatkan 109 orang akademisi arkeolog se-Indonesia. Tujuan utama Kegiatan PATI I ini adalah untuk menjadi ajang pembelajaran dan penajaman teori dan metode yang dimiliki oleh para pengajar dan mahasiswa arkeologi dari keempat universitas tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar para pengajar dan mahasiswa arkeologi seluruh Indonesia.

Adapun tema utama dalam kegiatan PATI I adalah "Penentuan Mandala Posisi Kedaton Majapahit", tema ini diangkat untuk memahami secara holistik terhadap kerajaan klasik Majapahit yang berada di Trowulan dan menempatkan perkembangan dan peranan Kerajaan Majapahit dalam dinamika sejarah kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, interaksinya dengan kerajaan-kerajaan sezaman lainnya, dan makna kehadirannya dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Selain itu tujuan khusus tema tersebut diangkat adalah untuk mengidentifikasi struktur, artefak dan ekofak untuk pembuktian apakah kedaton tersebut benar-benar pemukiman/tempat tinggal Raja dan Keluargannya,

Pada periode berikutnya, kegiatan PATI II, PATI III dan PATI IV terlaksana pada tahun 2012, 2014, dan 2020.